Bidang Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang rehabilitasi dan reklamasi hutan, pembinaan dan pemantauan daerah aliran sungai (DAS), serta penyediaan perbenihan bibit tanaman hutan dan penghijauan.
Posko Bibit Online
Pengajuan bibit tanaman hutan gratis (Program ABG max 25 bibit, kelompok tani, dan instansi) sesuai Juknis resmi.
Arsip Informasi & Dokumen PDAS RHL
Saring dokumen berdasarkan bidang, seksi, fitur, format berkas, atau kata kunci pencarian.
Informasi Ketersediaan Bibit Pohon di Persemaian Permanen
Dinas Kehutanan Prov. Sumsel memproduksi bibit tanaman berkualitas bersertifikasi. Ketersediaan stok dimutakhirkan secara berkala agar pemohon bibit dapat memilih jenis tanaman kayu berkualitas (Mahoni, Sengon, Trembesi, Gaharu) maupun bibit serbaguna MPTS (Durian, Petai, Jengkol, Pinang, Mangga, Alpukat) yang cocok dengan elevasi tanah lokasi tanam.
Informasi Mekanisme Permohonan Bibit Tanaman Hutan Gratis
Layanan penyediaan dan distribusi bibit tanaman hutan gratis ini mengacu pada Petunjuk Teknis Mekanisme Distribusi Bibit Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat, kelompok tani hutan (KTH), lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah dapat mengajukan bibit tanaman kayu-kayuan dan Hasil Hutan Bukan Kayu (MPTS) secara online melalui portal Posko Bibit Dishut Sumsel.
Informasi Sebaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Selatan
Wilayah Sumatera Selatan didominasi oleh sistem hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi dengan sub-DAS yang membentang dari wilayah hulu di Pegunungan Bukit Barisan hingga pesisir Selat Bangka. Informasi ini memuat klasifikasi daya dukung DAS, koefisien rezim sungai (KRS), dan indeks kerentanan sedimentasi.
Informasi Tutupan Lahan (Land Cover) Sumatera Selatan
Informasi tutupan lahan menggambarkan dinamika lanskap hutan Sumatera Selatan. Pemantauan ini menggunakan data satelit resolusi tinggi dan verifikasi titik koordinat lapangan untuk menghitung luasan hutan lindung, hutan produksi, dan kawasan lindung gambut yang terjaga tajuk vegetasinya.
Informasi Kekritisan Lahan Provinsi Sumatera Selatan
Monitoring kekritisan lahan dilakukan secara berkala melalui analisis data spasial citra satelit dan survei biofisik lapangan (kemiringan lereng, tingkat erosi, dan tutupan tajuk vegetasi). Data kekritisan lahan menjadi dasar penentuan lokasi prioritas kegiatan RHL (Rehabilitasi Hutan dan Lahan), pembuatan dam penahan, gully plug, dan penanaman vegetasi penguat tebing sungai di wilayah Sumatera Selatan.
Informasi Kegiatan Penyusunan Dokumen Reklamasi Hutan
Berdasarkan Permen LHK No. 7 Tahun 2021 dan Kepdirjen PDASRH, setiap pemegang persetujuan penggunaan kawasan hutan (PPKH) yang menimbulkan dampak perubahan bentang alam wajib menyusun Dokumen Rencana Reklamasi Hutan. Seksi Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan bertugas melakukan asistensi penyusunan dokumen, penilaian teknis rancangan penanaman reklamasi, evaluasi revegetasi jenis lokal/pionir, serta monitoring tingkat keberhasilan reklamasi (revegetasi dan revegetasi pasca tambang) di wilayah Sumatera Selatan.
Tautan Google Drive ResmiMekanisme Permohonan Bibit Gratis & Informasi Ketersediaan Stok Posko Bibit
Melalui Program Ambil Bibit Gratis (ABG) maksimal 25 bibit per NIK KTP, serta pengajuan kelompok tani / instansi (26-300 bibit) dan proposal (>300 bibit). Ketersediaan bibit mencakup jenis Mahoni, Kayu Putih, Gaharu, Sengon, Durian, Petai, Pinang, dan Trembesi di 14 Posko KPH dan Posko Induk Dishut.
Informasi Spasial Kekritisan Lahan, Tutupan Lahan, & Sebaran DAS Sumsel
Menyediakan pemutakhiran data spasial mengenai sebaran lahan kritis (sangat kritis, kritis, agak kritis) dan peta tutupan lahan terpadu sebagai dasar penentuan prioritas lokasi rehabilitasi hutan dan penghijauan lingkungan.
Kegiatan Penyusunan Dokumen Reklamasi Hutan & Lahan Bekas Tambang
Seksi Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan memfasilitasi bimbingan teknis serta verifikasi dokumen rencana reklamasi bagi para pemegang persetujuan penggunaan kawasan hutan guna memastikan pemulihan fungsi tata air dan revegetasi berjalan sesuai kaidah silvikultur lestari.